Iklan

Iklan

'Berantas Mafia Pupuk' Aliansi Pemuda Peduli Tani, Aksi Depan Kantor Camat Soromandi

Editor
1/06/21, 06:32 WIB Last Updated 2021-01-06T09:57:28Z

 

Aliansi Pemuda perduli tani (APPT) melakukan aksi demonstrasi didepan kantor camat soromandi, Senin (4/1/2020).



Bima,Taroainfo.Com - Peluhan Pemuda dan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda peduli tani (APPT) melakukan aksi demonstrasi didepan kantor camat soromandi, Senin (4/1/2020) kemarin. Massa menuntut berantas mafia pupuk.


Salah satu orator, Arisman dalam orasinya menyampaikan bahwa disetiap kecamatan yang ada dikabupaten bima pupuk mengalami krisis, lebih khususnya dikecamatan soromandi. 


Disamping itu, pupuk masih dijual secara paketan antara pupuk subsidi dan nonsubsidi, serta dijual diatas harga eceran tertinggi (HET)."Kami menduga ada permainan yang dilakukan oleh pemerintah kecamatan Soromandi, baik camat maupun KUPD pertanian dengan Pihak distributor CV Rahmawati,"sentilnya.


Sementara kordinator lapangan, Saidun mempertanyakan kenapa setiap musim tanam petani, harga pupuk terus melambung naik. bahkan, anehnya lagi praktek penjualannya terus memakai modus paketan serta diatas standarisasi patokan nasional.


"Penjualan pupuk oleh pengecer diwilayah kecematan soromandi, misinya pupuk urea bersubsidi dijual dengan harga Rp. 150.000 hingga 170.00 per/zat. kondisi itu terus dialami oleh masyarakat, khusunya didesa sai,"pungkasnya.


Saidun menegaskan, Pemerintah kecamatan Soromandi baik camat dan UPTD pertanian harus memberikan sikap tegas agar persolan krisis pupuk, penjualan paket dan diatas HET tidak ada lagi wilayah kecamatan Soromandi. Karena hari ini menurunnya, petani didesa Sai memasuki Stadium 4 dan akan berdampak lebih parah, Sehingga berimplikasi pada gagal panen.


"Dengan demikian, kami dari Aliansi Pemuda Peduli Tani (APPT) menyatakan sikap Berantas mafia pupuk, diantaranya Hentikan Kelangkaan Pupuk, Stop Penjualan Paket Pupuk, Stop Penjualan diatas HET (Harga Eceran Tertinggi), Segera input RDKK baru dan Segera drop pupuk ditiap-tiap desa,"pungkasnya.

Menanggapi tuntutan massa aksi, camat Soromandi Julkifli, SH,.M.Hum menyampaikan bahwa Jauh-jauh hari pihaknya sudah kontak distributor H. Ibrahim dan dijawab, bahwa pupuk sudah ada dikabupaten Bima. akan Tetapi secara administrasi Kepemerintahan, SK penetapan alokasi pupuk per/kecamatan yang Masih beliau tunggu.


"Saya juga telah mengeluarkan himbauan kepada seluruh kepala desa dan pengecer. Dalam isinya, kelangkaan pupuk tidak boleh terjadi, pupuk harus dijual sesuai dengan harga HET, pupuk tidak diperbolehkan untuk dijual secara paketan, serta tidak boleh menjual pupuk diluar dari kelompok tani dan meminta kepada seluruh kepala desa untuk melakukan pengawasan, termasuk penetapan harga HET ditingkat pengecer diwilayah masing-masing,"terangnya.


Aksi tersebut mendapatkan pengawalan langsung dari kepala kepolisian Subsektor soromandi IPDA Zulkifli bersama sejumlah Personelnya. Usai mendengarkan hasil komunikasi camat dengan pihak distributor, bahwa pupuk akan didropkan dalam waktu dekat ini, massa langsung membubarkan diri dengan tertib,"(MR-Red)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • 'Berantas Mafia Pupuk' Aliansi Pemuda Peduli Tani, Aksi Depan Kantor Camat Soromandi

Terkini

Topik Populer

Iklan