Iklan

Iklan

INSPIRATIF! PEMUDA TKI KULI SAWIT AJAK MASYARAKAT BANGUN PONDASI MUSOLAH BABBUL SALMAN

Editor
4/02/26, 10:53 WIB Last Updated 2026-04-02T04:01:08Z
Arifrahman, Pemuda dari Desa Kole, Wujudkan Impian untuk Kemudahan Ibadah Masyarakat 


DESA KOLE KABUPATEN BIMA NUSA TENGGARA, TAROAINFO.Com - (02/04/2026), Sebuah momen penuh berkah menyambut masyarakat Dusun Sorikalai Desa Kole, setelah tahapan pertama pembangunan musolah BABBUL SALMAN berhasil diselesaikan. Pondasi musolah yang menjadi wujud impian seorang pemuda TKI kuli sawit, Arifrahman, telah rampung berkat gotong royong masyarakat dan dukungan dari beberapa dermawan lokal.

 


 

Dia hanyalah seorang pemuda biasa yang lahir di Dusun Kole, Desa Kole, pada tanggal 20 Februari 2000 - Arifrahman. Pada usia 18 tahun tahun 2018, ia merantau ke Malaysia sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dengan pekerjaan sebagai kuli sawit. Hidupnya penuh dengan kesibukan dan tantangan di perkebunan jauh dari tanah air, namun di balik itu semua, tersembunyi sebuah tekad yang akan mengubah wajah dusunnya.

 


 

Perjalanan menuju pembangunan musolah dimulai pada tahun 2022 ketika Arif mulai menjalankan bisnis sampingan selain bekerja sebagai kuli sawit. Pada tahun 2023, ia mendapatkan kesempatan cuti selama 6 bulan dan pulang ke kampung. Saat itu, sebuah peristiwa menyentuh hatinya – ada warga Dusun Sorikalai yang wafat, dan proses membawa jenazah menuju masjid menjadi sangat berat karena jaraknya yang jauh.

 


"Ya Allah, mudahkanlah rezeki hamba ingin bangun musolah di sini," ucapnya dalam hati, dengan tekad yang semakin kukuh untuk memberikan kemudahan ibadah bagi masyarakat.

 


 

Pada bulan Agustus 2023, Arif kembali ke Malaysia untuk melanjutkan pekerjaan. Setelah bekerja selama 7 bulan, ia menghubungi ibunya untuk menyampaikan niatnya membangun musolah di Dusun Sorikalai. Tanpa banyak kata, ibunya hanya diam lalu menangis dan berkata, "Besar sekali impianmu nak, ibu dukung dan ridho. Doakan saja, bismillah." Dukungan tersebut menjadi energi tambahan bagi Arif untuk terus mengumpulkan dana dari gaji pekerjaannya dan hasil bisnis yang dijalankan.

 


 

Pada bulan November 2024, setelah terkumpul beberapa juta rupiah, Arif berkomunikasi dengan bosnya, Sahrul, untuk meminta bantuan menyediakan material pembangunan. Tanpa ragu, bos Sahrul memberikan dukungan dengan mengirimkan 3 truk batu ke Dusun Sorikalai dan menyuruh karyawannya, Bayu, untuk menangani pengiriman material tersebut.


 

"Semua ini hamba lakukan tiada lain hanya untuk beramal dan menolong agama-Mu," ucap Arif dalam doanya setiap hari, selalu mengingat tujuan utama dari pembangunan musolah ini.

 


 

Setelah mendapatkan izin cuti dari majikannya, Arif pulang ke kampung dan pada bulan Ramadhan tahun 2026, bersama keluarga serta masyarakat Dusun Sorikalai Desa Kole, mereka melakukan gotong royong yang meriah. Bantuan juga datang dari beberapa dermawan di wilayah Dusun Kole. Alhamdulillah, tepat pada tanggal 29 Maret 2026, tahapan pertama pembangunan berupa peletakan dan penyelesaian pondasi musolah telah berhasil diselesaikan.

 


Arif telah menentukan nama musolah tersebut sebagai BABBUL SALMAN – sebuah singkatan dari nama ayah dan ibunya, sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur atas doa serta dukungan kedua orang tuanya yang tak pernah padam.

 


Beliau berharap akan ada kemudahan rejeki untuk melanjutkan tahapan pembangunan tembok dan atapnya. Setelah menyelesaikan pekerjaan terkait pondasi ini, Arif berencana akan kembali merantau ke Malaysia pada bulan April mendatang untuk bekerja dan terus mengumpulkan dana guna menyelesaikan pembangunan musolah.

 

 

 Ti-01*

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • INSPIRATIF! PEMUDA TKI KULI SAWIT AJAK MASYARAKAT BANGUN PONDASI MUSOLAH BABBUL SALMAN

Terkini

Topik Populer

Iklan