Iklan

Iklan

Pipa Yang Diduga Saluran Migas Milik Salah Satu PLTU dibima Bocor

Editor
1/25/21, 17:14 WIB Last Updated 2021-01-25T09:37:25Z


Kota Bima,TaroaInfo.Com - Pipa yang diduga Saluran minyak dan gas (Migas) milik PLTU Ni'u bima yang ada dipertamina Bocor. Akibatnya Tidak hanya mencemari kawasan lautan sekitar, juga berdampak pada kesehatan nelayan dan masyarakat pesisir bertempat tinggal tidak jauh dari kawasan PLTU setempat.


Hal itu disampaikan oleh AN Salah satu warga Wadu Mbolo yang tidak ingin diberitakan nama lengkapnya, Senin (25/1/2021). Dia juga menyampaikan bahwa bau menyengat dari limbah minyak dan gas tersebut menjadi makanan sehari-hari bagi masyarakat pesisir kawasan Wadu Mbolo selama beberapa hari terakhir ini. 


Limbah yang bocor tersebut katanya, akibat permasalahan kebocoran minyak dan gas yang merupakan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). 


"Harusnya ada standar penanganan yang tepat dilakukan oleh PLTU untuk menangani limbah B3 ini. Bukan diikat lalu ditutupi begitu saja,"tegas AN.

Ironisnya kata AN, nelayan dan masyarakat Wadu Mbolo yang seharusnya melaut dan menangkap ikan setiap hari, kini harus menghentikan aktivitasnya. Dari kejadian ini, nelayan dan masyarakat Wadu Mbolo kembali menjadi korban dari aktivitas ekstraktif yang dilakukan pemerintah maupun perusahaan. 


Untuk dapat mengembalikan lautan yang tercemar tersebut, menurutnya Butuh waktu yang cukup lama. Karena waktu yang lama itu nelayan dan masyarakat Wadu Mbolo sekitar harus rela kehilangan sumber utama penghidupannya dan berhadapan dengan limbah B3.


"PLTU harus bertanggung jawab bukan hanya merestorasi kembali pesisir dan laut yang rusak, tapi juga harus memastikan nelayan dan masyarakat bisa kembali melaut,"pungkasnya.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak PLTU Ni,u belum bisa dikonfirmasi untuk dimintai keterangan. (MR-01).

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pipa Yang Diduga Saluran Migas Milik Salah Satu PLTU dibima Bocor

Terkini

Topik Populer

Iklan