![]() |
| Foto: Aktivis pemerhati pendidikan, burhanudin |
BIMA, TAROAINFO.Com – Terungkap dugaan penyelewengan dana bantuan operasional sekolah (bos) periode tahun ajaran 2024/2025 di sma negeri 1 kecamatan lambu. berkas pelaporan terkait kasus tersebut telah disiapkan secara komprehensif dan akan segera diajukan ke kejaksaan negeri (kejari) raba bima, dengan permintaan agar pihak berwenang segera melakukan pemeriksaan terhadap oknum kepala sekolah yang menjadi tersangka dalam kasus ini.
Aktivis pemerhati pendidikan, burhanudin, yang menjadi sumber informasi terkait kasus ini, mengungkapkan bahwa dugaan penyelewengan yang diduga dilakukan oleh oknum kepsek mencakup beberapa poin penting, antara lain:
- Pemotongan dana bantuan siswa yang seharusnya diterima secara penuh sesuai ketentuan
- Pemotongan honor bagi guru pegawai negeri sipil (asn) yang telah melaksanakan tugas pembelajaran
- Pemotongan honor bagi guru non-asn yang telah terdaftar dan aktif mengajar
- Tidak sesuai penggunaan alokasi dana yang ditetapkan untuk pengadaan buku penunjang kegiatan belajar mengajar siswa
"Semua bukti dan dokumen pendukung telah disiapkan secara lengkap dan terstruktur untuk membantu proses pemeriksaan hukum yang akan dilakukan oleh pihak kejari," tegas burhanudin dalam keterangannya.
Pelaporan ini dilakukan dengan tujuan utama untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi penggunaan dana publik di sektor pendidikan. selain itu, upaya ini juga bertujuan untuk melindungi hak-hak siswa dan guru di institusi pendidikan tersebut, yang seharusnya merasakan manfaat penuh dari alokasi dana yang telah disediakan pemerintah.
Pihak terkait berharap proses pemeriksaan dapat berjalan secara profesional, transparan, dan objektif untuk menemukan kebenaran faktual. apabila dugaan tersebut terbukti benar melalui proses hukum yang sah, diharapkan dapat diambil tindakan hukum yang sesuai sebagai bentuk konsekuensi dan pembelajaran bagi semua pihak.
Sampai saat ini, pihak sma negeri 1 kecamatan lambu belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan yang diungkapkan oleh burhanudin. tim reporter telah melakukan upaya untuk menghubungi pihak sekolah, namun hingga berita ini diterbitkan belum mendapatkan respon apapun.
*Tim-red*

.jpg)
