Iklan

Iklan

Awal Adanya Desa, Warga di Sampungu Sulit Akses Internet

Editor
9/01/20, 19:23 WIB Last Updated 2020-09-01T11:23:00Z
Bima,TaroaInfo.Com- Warga Desa Sampungu, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, tidak bisa akses jaringan internet. Siswa dan Mahasiswa tidak bisa belajar Dalam Jaringan (Daring).

Sebagian besar wilayah Indonesia sudah berlakukan belajar tatap muka, namun sebagian lagi masih berlaku belajar Daring. Seperti beberapa Sekolah maupun Perguruan Tinggi yang ada di NTB. Hal ini sulitkan wilayah yang masuk kategori terpencil. 

Desa Sampungu, Kecamatan Soromandi, Kabupatem Bima, merupakan desa terpencil yang terletak antara perbatasan Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu. Memiliki jaringan BTS namun tarif mahal dan tidak bisa terhubung internet. 

Salah seorang warga, Sri Wahyuningsih mengatakan, dengan kebutuhan yang serba online, warga Sampungu harus berbong-bondong menuju perbatasan yang jarak tempuhnya sekitar 20 menit. "Tidak tentu waktu antara malam dan siang," katanya, Selasa, (1/9/2020).

Khusus Siswa dan Mahasiswa yang masih berlakukan belajar Daring, kadang malam dapat informasi untuk belajar atau ujian, maka langsung menuju tempat tersebut. "Sementara keadaannya yang jauh dari pemukiman warga, banyak hal dihawatirkan yang mungkin bisa membahayakan,"imbuhnya. 

Keadaan seperti ini terjadi diSampungu sejak awal adanya desa. Tahun 2017 masuk jaringan BTS hingga sekarang, pun masih terkendala dengan masalah yang prihatinkan. "Sebenarnya dengan kekayaan SDA dan SDM yang dimiliki Sampungu, sudah sewajarnya Pemerintah Daerah hingga Provinsi perhatikan. Tujuannya untuk keluar dari kata ketertinggalan,"harapnya. 

Kata Yuni, saat sekarang hanya bisa berharap dengan pahitnya kenyataan yang terjadi. Ditambah tidak adanya perhatian pemerintah, walaupun ada putra asli Sampungu yang sudah diantarkan ke Kursi DPR. "Namun semua itu membuahkan pilu dan kesengasaraan yang tiada ujung,"sesalnya.

Tambah Yuni, dibeberapa waktu lalu, Bupati dan Wakil Bupati Bima berkunjung di Sampungu, disusul lagi oleh Ketua DPR Kabupaten Bima beserta rombongan. "Semuanya hanya perindah pandangan mata namun membusuk di hati masyarakat. Pasrah jadi solusi terbaik yang ditempuh masyarakat Desa Sampungu,"Ujarnya. (MR-01).
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Awal Adanya Desa, Warga di Sampungu Sulit Akses Internet

Terkini

Topik Populer

Iklan