Bima, Taroainfo.com - Kunjungan kerja (kunker) Bupati Bima, yang membawa hampir seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bima jelang pilkada dinilai politik
Exs Ketua Panwascam Langgudu, Irawan menilai langkah para pejabat pemkab ikut kunker ramai-ramai itu merupakan bagian dari pemborosan uang rakyat.
"Melambaikan tangan dengan Dalil Salam Literasi, apa korelasinya, sedangkan itu bukan kegiatan yang berbau pendidikan, inikan politik" tutur Irawan, Exs ketua Panwascam langgudu, kepada Media Taroainfo.com, Jum'at (7/2/2020).
Irawan mempertanyakan sikap Bawaslu Kabupaten bima yang tidak melakukan pengawasan terhadap kunjungan kerja Bupati bima. Karena, adanya simbol-simbol politik yang dinampakan oleh IDP selaku Bupati bima aktif yang juga merupakan bakal calon bupati bima, periode 2020-2025 mendatang.
"Adanya teriakan yel-yel, lanjutkan dua periode, dan salam dua jari, inikan kampanye terselubung, Ini sangat lucu. Kalau seperti ini, kami melihat sudah ada nilai politik, karena ada dugaan mengelabui masyarakat,” Jelasnya.
“Kalau saya baca di media, anggaran yang dibutuhkan setiap kunker itu. Nominalnya cukup fantastis, ratusan juta rupiah,” katanya. (PB-01)

.jpg)
