Iklan


Iklan

Meriahkan Hari Jadi Bima, Pokdarwis Oi Fanda Lepas Ratusan Anak Penyu

Editor
7/06/21, 14:02 WIB Last Updated 2021-07-06T13:40:16Z


Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bersama Karang Taruna, dan Disuport oleh thiisbima, marazo interprize, peji rimpu, mangga 3, ilo peta.melepas 200 lebih anak penyu atau tukik. (Foto Dok: taroainfo.)


BIMA, TAROAINFO.COM- Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Oi Fanda Desa Nipa, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima, ikut diselenggarakan oleh Karang Taruna, dan Disuport oleh thiisbima, marazo interprize, peji rimpu, mangga 3, ilo peta.melepas 200 lebih anak penyu atau tukik. Anak penyu yang dilepasliarkan merupakan hasil tangkaran pokdarwis sejumlah 200 lebih butir telur penyu.

Unsur Pemerintahan saat Pelepasan Tukik.


Pada kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Bima, bersama Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bima, dan yang mewakili Dandim/1682 Bima. Kapolsek, Danposramil, Camat Ambalawi dan Kepala Desa setempat.


Iswanto Ketua Pokdarwis Pantai Oi Fanda mengatakan, kelompoknya yang berada di Desa Nipa, Kecamatan Ambalawi memang konsen dalam bidang Konservasi penyu. Di musim bertelur ini, tak kurang dari 260 butir telur telah berhasil direlokasi.


Adapun musim bertelur tahun ini, dimulai dari akhir Juni dan diprediksi berlangsung hingga September 2021.


Menurut dia pihaknya melepas anak tukik ini bersama dengan wisatawan lokal dan unsur pemerintahan. Pelepasan tukik yang dilaksanakan pada Selasa (6/7/2021) ini merupakan salah satu rangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Bima yang ke 381 Tahun 2021 yang jatuh jatuh setiap tanggal 5 Juli. 


"Tingkat keberhasilan konservasi Pokdarwis pantai Oi Fanda menetaskan penyu mencapai angka 70an persen. Konservasi diawali dengan mencari sarang penyu sehabis bertelur. Setelah ditemukan dengan hati-hati telur dipindah ke lahan konservasi. Kawasan tersebut juga dipagar untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," kata Iswanto.


Menurut dia, kelestarian penyu sangat penting untuk diperhatikan. Sebab hewan tersebut tergolong hewan purba yang berumur panjang. Penyu baru memasuki usia kawin pada umur 40 tahun.


“JIka tidak ada yang peduli dengan kelestarian penyu, bukan tidak mungkin penyu akan mengalami kepunahan,” tegasnya.


Selain melaksanakan konservasi, kelompoknya juga melakukan penjagaan guna mengantisipasi perburuan liar telur penyu.


Kepala Desa Nipa, Mahfud MD mengatakan dalam Sambutannya bahwa Kelestarian alam ini bukan hanya kita yang menikmati, tapi juga anak cucu kita ke depan. 


Menurutnya, Lingkungan dan alam ini harus kita jaga. Apalagi lingkungan yang masuk wilayah konservasi. Ini harus betul-betul kita rawat dan kita jaga, jangan sampai anak cucu kita sudah tidak bisa lagi melihat keindahan penyu di Pantai Oi fanda ini.


"Kami benar benar menjaga dan merawatnya, agar ekosistem penyu terus bertambah," kata Mahfud.


*Lhynk- Taroa-03.




Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Meriahkan Hari Jadi Bima, Pokdarwis Oi Fanda Lepas Ratusan Anak Penyu

Terkini

Topik Populer

Iklan