Iklan


Iklan

Pembangunan Puskesmas di Tambora Diduga Bermasalah: Ketua Komisi III Angkat Bicara

Editor
6/23/21, 01:44 WIB Last Updated 2021-06-23T03:15:19Z


Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bima Edi Muchlis (Foto: Taroa.).


BIMA, TAROAINFO.Com- Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bima, menyoroti  proyek pembangunan Puskesmas Tambora yang senilai Rp11 Milyar lebih dari DAK tahun 2020 yang dikerjakan oleh PT Tiga Zet Perkasa Konsultan CV Malindo diduga bermasalah. 


Ketua Komisi III Bidang pembangunan DPRD Kabupaten Bima Edi Muchlis menuturkan, bahwa peroyek pembangunan puskesmas di Kecamatan Tambora tersebut tidak memenuhi standar dalam tahapan pengerjaan pembangunan.


Edy Muhlis menduga kuat kontraktor proyek pembangunan Puskesmas Tambora itu mengerjakan dengan "asal-asal alias asal jadi, "sehingga ditemukan banyak masalah, proyek puskesmas Tambora yang menelan sebesar Rp11 miliar yang bersumber dari Dana DAK itu sangat banyak masalah, ujar Edi Muchlis didampingi Dedi MT di ruangan kerjanya, Selasa (22/6/2021) sore.


Edi Muchlis dari fraksi partai nasdem ini mengatakan, proyek tersebut dari awal sudah menuai masalah sebelumnnya kami dari Komisi III Bidang pembangunan DPRD Kabupaten Bima mendapatkan laporan dari dari berbagai pihak dan masyarakat sekitarnya, bahwa dalam pelaksanaan proyek tersebut tidak memenuhi standar.


Platfonnya di ruangan tunggu, ruangan poli serta pondasi hingga penggunaan batu dan campuran semen ternyata bermasalah sesuai laper masyarakat. jelasnya.


Anggota DPRD kabupaten Bima Ini,  menduga kuat bahwa PPK tidak punya power dan tidak details dalam melakukan pengawasan proyek tersebut, harusnya lebih besar kerja konstruksi dan harus lebih total di lapangan supaya hal ini tidak terjadi. tuturnya.


Kata dia, Kami pun telah melakukan survei langsung di lokasi pembangunan puskesmas tambora beberapa hari lalu dan kami telah mencatat seluruh bagian proyek yang jumlah pengerjaannya mencapai puluhan miliar tersebut.


"Bahkan kami sudah turun survei langsung ternyata hasilnya begitu banyak ditemukan masalah", terang edi menulis.


Ada beberapa sisik bangunan kita temukan seperti plafond sudah banyak yang rusak atau retak pagar tidak dilakukan penggalian pondasi langsung dipasang di atas tanah dan hampir mau roboh penggunaan batu dan campuran semen tidak memenuhi standar. Jelasnya.


Ditambahkan nya,  beberapa waktu dekat pihak kami kan memanggil pihak terkait untuk dimintai keterangan, dan jika mereka tidak datang nanti akan dinilai oleh masyarakat itu sendiri.


"Bahwa sudah ada kelompok masyarakat yang melaporkan kasus ini ke kapolda dan  kamipun akan memanggil semua pihak terkait juga siap mendampingi pihak Polda untuk mengusung kasus ini sampai tuntas jika dibutuhkan bantuan. Pungkasnya.


Sementara Anggota DPRD Kabupaten Bima asal Kecamatan Tambora, Dedi MT mengimbau kontraktor yang mengerjakan proyek di Tambora untuk mengutamakan kualitas terbaik karena mengingat selama ini Kecamatan Tambora sebelum tahun 2020 tidak tersentuh pembangunan. 


Dedi MT mengatakan, ia akan melakukan pengawasan super ketat terhadap pembangunan yang masuk di Tambora guna memastikan hasil dengan kualitas tinggi supaya berguna untuk masyarakat umum. 


"2020-2021 Tambora baru tersentuh pembangunan. Untuk pembangunan di Tambora yang harus berkualitas. Setiap pembangunan di Tambora pasti akan kita turun cek," tegas DPRD Fraksi Demokrat Kabupaten Bima itu. 




*Taroa-01





Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pembangunan Puskesmas di Tambora Diduga Bermasalah: Ketua Komisi III Angkat Bicara

Terkini

Topik Populer

Iklan