Iklan


Iklan

Bahaya Merokok Untuk Kesehatan Tubuh Di Masa Covid-19

Editor
6/18/21, 00:02 WIB Last Updated 2021-06-17T16:02:09Z
Foto Penulis: Dok. taroainfo.


MATARAM,TAROAINFO.COM - Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) merokok merupakan kegiatan yang membahayakan bagi kesehatan tubuh. Rokok mempunyai zat adiksi yang tergolong besar dan di dalamnya terdapat kandungan kurang lebih 4000 elemen, dimana 2000 elemen di dalamnya dapat membahayakan kesehatan tubuh.


Orang yang memiliki kebiasaan merokok biasanya sangat sulit untuk berhenti. Walaupun sudah di informasikan melalui berbagai media bahwa merokok membahayakan kesehatan, namun jumlah perokok menunjukan angka yang memprihatinkan. Jumlah konsumsi rokok di indonesia menempati posisi tertinggi di dunia, yaitu sebesar 1,634 triliun batang (Amelia, 2007,1).


Melihat fenomena tersebut tentunya perlu di lakukan upaya-upaya untuk mengurangi perilaku merokok khususnya pada kelompok perokok remaja. Kebanyakan upaya-upaya untuk mengurangi kecanduan rokok pada remaja di fokuskan pada program-program pencegahan merokok, namun kecil upaya untuk menghentikan perilaku merokok itu sendiri. 


Berdasarkan data medis, ada sekitar 70% perokok yang ingin berhenti sendiri tanpa bantuan lebih lanjut, namun hanya 5% perokok yang berhasil melakukan tanpa bantuan dalam usaha mereka untuk berhenti merokok. Efek atau bahaya merokok mungkin tidak langsung muncul. Akan tetapi seiring berjalannya waktu berbagai zat yang ada didalam rokok bisa membawa bahaya untuk tubuh ketika sel-sel tubuh terpapar asap rokok, saat itu pula sel tubuh dalam bahaya, sebab jenis rokok apa saja yang anda hisab resiko kanker tidak bisa dihindari.


Oleh sebab itu danpak merokok sangat berbahaya untuk organ-organ tubuh karena bisa merusak secara perlahan. Sebab asap rokok mengandung Tar dan zat kimia yang lain yang bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh. Ketika sistem kekebalan tubuh melemah dan bagian ini tidak bisa bekerja maksimal untuk melawan infeksi yang masuk. 


Hal ini membuat anda lebih rentan terkena berbagai penyakit bahkan yang ringan sekalipun. Melemahnya sistem kekebalan tubuhn juga membuat anda menjadi lebih rentan terkena penyakit Autoimun, seperti Rheumatoid Arthritis atau Remstik, penyakit ini menyerang sendi di tulang tangan dan kaki. Jika tidak segera di obati penyakit ini bisa menyebabkan keropos tulang dan kelainan bentuk sendi.


Remaja adalah masa peralihan di antara masa kanak-kanak dan dewasa. Dalam masa ini anak mengalami masa pertumbuhan dan masa perkembangan fisiknya, maupun perkembangan psikisnya. Jadi diperlukan pendidikan kesehatan untuk perubahan perilaku individu, kelompok, dan masyarakat untuk menuju hal-hal yang positif secara terencana melalui proses belajar. 


Perubahan perilaku mencakup 3 ranah perilaku, yaitu pengetahuan, sikap, keterampilan melalui proses pendidikan kesehatan. Karena perilaku merokok dinilai sangat merugikan dilihat dari berbagai sudut pandang baik diri sendiri maupun orang lain. Kategori perokok di bedakan menjadi dua yaitu, perokok aktif dan perokok pasif. Perokok aktif adalah orang yang mengkonsumsi rokok secara rutin dengan sekecil apapun walaupun itu cuman satu batang dalam sehari, dan perokok pasif adalah orang yang bukan perokok tetapi menghirup asap rokok orang lain atau orang yang berada dalam satu ruangan tertutup dengan orang yang merokok ( Proverawati, dan Rahmawati,2012,hlm.103).


Menurut WHO, Indonesia merupakan negara ke-3 dengan jumlah perokok terbesar di dunia setelah China dan India, merokok dapat menyebabkan seorang perokok mengalami Covid-19 yang berat dan 50% penderita Covid-19 di China adalah laki-laki yang merupakan perokok aktif. Penelitian Guan, el.al., di China mengemukakan 58% penderita Covid-19 adalah laki-laki yang merupakan perokok aktif (rata-rata perokok laki-laki 20kali lipat dari perempuan). 


Merokok juga dapat menyebabkan seorang perokok mengalami Covid-19 yang berat, risiko mengalami Covid-19 yang berat adalah dua kali lipat pada seorang yang merokok dibandingkan dengan seorang yang bukan perokok. Penelitian Patanavanich, et.al.,menunjukkan terdapat hubungan antara merokok dengan perburukan Covid-19. Terdapat 9.025 pasien dan 878 diantaranya mengalami pemburukkan Covid-19 (17,8% perokok dan 9,3% tidak pernah merokok). Risiko perawatan ICU pada perokok sebesar 12,3% dan yang bukan perokok sebesar 4,7%.Bukti lainnya dalam (Francisco and Alqahtani, 2020), pasien perokok aktif lebih besar memiliki risiko untuk komplikasi berat dan risiko meninggal karena Covid-19.


Konsumsi tembakau tidak dapat dipisahkan dari perilaku merokok. Banyak faktor yang mendorong kalangan remaja untuk merokok. Salah satunya adalah pengetahuan terhadap bahaya rokok itu sendiri. Virus corona menyerang paru-paru dan perilaku yang melemahkan paru-paru membuat seseorang jadi lebih berisiko, salah satunya adalah merokok. 


Penting juga dicatat bahwa perilaku merokok ditandai oleh inhalasi dan oleh gerakan tangan ke mulut yang berulang-ulang yang sangat disarankan untuk mengurangi kontaminasi virus. Intervensi kesehatan masyarakat, seperti penguncian, dapat meningkatkan paparan anggota keluarga terhadap perokok pasif. Faktor risiko keparahan Covid-19 (gangguan paru-paru dan kardiovaskular, diabetes, dll) lebih sering terjadi pada perokok. Berhenti merokok dengan cara apa pun harus menjadi prioritas diantara perokok dengan penyakit penyerta (Berlin et al., 2020).


Pengaruh pendidikan kesehatan bahaya merokok terhadap perilaku mengurangi konsumsi rokok pada remaja. Pengaruh pendidikan kesehatan tentang rokok dan bahayanya terhadap perubahan sikap remaja. Keterkaitan merokok dengan Covid-19, karena merokok dapat menimbulkan gangguan paru-paru dan kardiovaskular, diabetes, dll, dan ini lebih sering terjadi pada perokok. Namun para remaja sekarang sering kali menganggap enteng kesehatan mereka, mereka hanya memikir apa yang membuat mereka senang, seperti rokok. Para remaja lebih banyak menggunakan rokok diusia mudah tanpa memperhatikan akibat yang akan di timbulkan dari kelakuannya tersebut.


Penulis : Sartika Dewi, Mahasiswi Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri Mataram.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Bahaya Merokok Untuk Kesehatan Tubuh Di Masa Covid-19

Terkini

Topik Populer

Iklan